Selasa, 14 Juni 2011

Karl Pearson

Pearson, Karl: lahir 27 maret 1857 di London, Inggris. Pada masa kecilnya ia dididik oleh orang tuanya di rumah. Setelah mendapatkan gelar sarjana muda dengan ijasah matematika dari universitas Cambridge (1879), Pearson pergi ke Jerman. Di negara ini ia belajar fisika, metafisika dan teori Darwin secara otodidak. Kemudian ia merubah ejaan nama kecilnya Carl menjadi Karl. Ketika meninggalkan Jerman dan kembali ke London, Karl menikahi Maria Sharpe, yang kemudian mempunyai tiga anak Sigrid, Helga dan Egon (yang dilahirkan 1895, yang kemudian mengikuti profesi bapaknya). Pearson menikah kembali dengan teman kerjanya ketika istrinya meninggal dunia tahun 1928. Pada bulan Juli 1900, salah satu kontribusi penting Pearson dalam bidang statistik adalah mengembangkan chi square test dengan Galton. Selain itu, kontribusi lainnya yang cukup monumental adalah “Pearson Product-Moment Correlation Coefficient” (koefisien korelasi product moment). Ia juga menulis “bio-statistics” bersama Galton. Bukunya yang berjudul “The Grammar of Science” (1892) di tenggarai sebagai gagasan dari teori relativitas. Ia mencoba untuk menyebarluaskan pengaruh Ilmu pengetahuan ke semua bidang pengetahuan. Kemudian ia tertarik mengembangkan metode matematika untuk studi keturunan dan evolusi. Dari tahun 1893-1912 ia menulis 18 artikel tentang Mathematical Contribution to the Theory of Evolution yang berisi hasil-hasil penelitiannya. Dokumen tersebut meliputi kontribusinya dalam analisis regresi yang dikembangkan dari tulisan Galton, koefisien korelasi dan chi square test (1900). Chi-Square test nya telah diproduksi dalam percobaan untuk memindahkan distribusi normal dari posisi pusatnya. Pearson memperkenalkan istilah “standard deviation” (simpangan baku) di tahun 1893. Pearson telah lama merindukan dapat berdebat dan berdiskusi dengan Fisher. Pearson menggunakan sampel besar untuk mengukur dan mencoba untuk menyimpulkan korelasi. Fisher, pada sisi lain mengikuti pemikiran Gosset, yaitu menggunakan sampel kecil untuk membuktikan adanya korelasi. Perselisihan ini berlangsung terus antara Pearson dan Fisher, sehingga Fisher menolak untuk menjadi kepala departemen statistik pada laboratoriumnya Galton tahun 1919, dengan alasan karena Fisher menolak bekerja di bawah Pearson. Dari tahun 1884 - 1890 Pearson bekerja sangat produktif, seperti halnya ia berbicara tentang keseimbangan, dinamika dan mekanika, ia menyelesaikan volume pertama bukunya tentang The Common Sense of the Exact Sciences (diterbitkan 1885), kemudian secara lengkap tulisan keduanya diterbitkan kembali dan diberi judul History of the Theory of Elasticity. Ia memberikan kuliah mengenai The Ethic of Free Thought. Pearson meninggal tanggal 27 April 1936 di Coldharbour, Surrey, Inggris.

baswartono@gmail.com

Sensus dan Sampling

Suatu hari seorang anak kecil disuruh ayahnya membeli sebungkus korek api dengan pesan agar tidak terkecoh mendapatkan korek api yang jelek. Tidak lama kemudian anak kecil itu datang kembali dengan wajah yang berseri-seri, menyerahkan kotak korek api yang kosong, dan berkata: "korek api ini benar-benar bagus, pak, semua batangnya telah saya coba dan ternyata menyala."

Tak seorangpun, yang bisa menyalahkan kesahihan proses penarikan kesimpulan anak kecil tersebut, namun jika semua pengujian dilakukan seperti itu, lalu bagaimana nasib tukang duren atau mangga? demikian pula dengan orang yang kecanduan lotere, "bagaimana caranya memenangkan lotere tersebut?" jawabannya sederhana: beli saja semua latere.

Bagaimana komentar Anda cerita singkat di atas? (du omnibus dubitandum !)

baswartono@gmail.com

Jumat, 10 Juni 2011

Mengenal Program AMOS

AMOS: Analysis of MOment Structures, adalah software yang digunakan dalam analisis multivariat seperti halnya pemodelan persamaan struktural (structural equation modeling). Software ini diintroduksi pertama kali oleh James L. Arbuckle (1995). Arbuckle adalah seorang guru besar psikologi dari universitas Texas di Austin Amerika Serikat. Piranti lunak Amos ini dibuat di bawah lisensi SPSS. Program statistik ini mempunyai kemampuan general purpose, dan merupakan salah satu software statistik yang simpel dan akomodatif dengan pemodelan persamaan struktural atau yang lebih dikenal dengan SEM (structural equation modeling), analisa kovarian (analysis of covariance structures) atau pemodelan kausal (causal modeling).

baswartono@gmail.com

Kamis, 09 Juni 2011

KRITERIA KEBENARAN

Seorang anak kecil yang baru masuk sekolah, setelah tiga hari berselang, mogok tidak mau belajar. Orang tuanya coba membujuk dia dengan segala macam daya, dari iming-imingan gula-gula sampai ancaman sapu lidi. Semuanya sia-sia. Setelah didesak-desak`akhirnya dia berterus terang, bahwa dia telah kehilangan hasratnya untuk belajar, sebab ternyata ibu gurunya adalah seorang pembohong.

Coba ceriterakan bagaimana dia berbohong," pinta orang tuanya sambil tersenyum.
"tiga hari yang lalu dia berkata bahwa 3 + 4 = 7. Dua hari yang lalu dia berkata, 5 + 2 = 7. dan kemarin dia berkata 6 + 1 = 7. Bukankah ini semua tidak benar?"

Permasalahan yang sederhana ini membawa kita kepada apa yang disebut teori kebenaran. Apakah persyaratannya agar suatu jalan fikiran menghasilkan kesimpulan yang benar? Tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggapnya benar, termasuk anakkecil kita tadi, yang dengan pikiran kekanak-kanakannya mempunyai kriteria kebenaran sendiri. Bagi kita tidak sukar menerima kebenaran, bahwa 3 + 4 = 7; 5 + 2 = 7; dan 6 + 1 = 7, sebab secara deduktif dapat dibuktikan bahwa ketiga pernyataan tersebut adalah benar. Mengapa hal ini kita sebut benar? Sebab pernyataan dan kesimpulan yang ditariknya adalah konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan terdahulu yang telah dianggap benar.

Teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria tersebut di atas, disebut teori koherensi. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa berdasarkan teori koherensi suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Bila kita menganggap bahwa "semua manusia pasti mati" adalah suatu pernyataan yang benar, maka pernyataan bahwa "Si Amin adalah seorang manusia dan Si Amin pasti akan mati" adalah benar pula, sebab pernyataan yang kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.

baswartono@gmail.com

Senin, 06 Juni 2011

Filsafat Ilmu

Empirisme

Salah satu konsep mendasar tentang filsafat ilmu adalah empirisme, atau ketergantungan pada bukti. Empirisme adalah cara pandang bahwa ilmu pengetahuan diturunkan dari pengalaman yang kita alami selama hidup kita. Di sini, pernyataan ilmiah berarti harus berdasarkan dari pengamatan atau pengalaman. Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji dengan metode empiris, melalui berbagai pengamatan dan eksperimentasi. Setelah pengamatan dan eksperimentasi ini dapat selalu diulang dan mendapatkan hasil yang konsisten, hasil ini dapat dianggap sebagai bukti yang dapat digunakan untuk mengembangkan teori-teori yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena alam.

Enigma, 07 Juni 2011